Lidah

“Sesungguhnya kebanyakan dosa anak Adam berada pada lidahnya.”(HR.Thabrani dan al-Baihaqi)

Allah SWT memberikan lidah kepada kita, minimal untuk dua fungsi utama. Pertama, mengecap rasa, sehingga kita bisa menikmati aneka makanan yang harus kita konsumsi setiap harinya untuk menunjang kebutuhan fisik kita. Dengan kemampuan lidah seperti itu, aktivitas makan yang kita lakukan tidak hanya sekedar mengisi perut untuk mensuplai energi ke seluruh tubuh, tetapi juga menikmati gigitan demi gigitan aneka rasa sedapdari makanan yang sedang kita santap. Dengan kemampuan ini manusia bisa menikmati aktivitas makan sebagai aktivitas yang menyenangkan.

Kedua, lidah mengatur bunyi yang keluar dari rongga mulut kita sehingga memungkinkan kita mampu mengeluarkan suara dengan bermacam-macam bunyi yang berbeda-beda dalam bentuk kata-kata yang membuat kita bisa berkomunkasi dengan orang lain. Pada posisi ini lidah memiliki fungsi sosial yang penting, yaitu mengkomunikasikan gagasan atau pesan antar sesama manusia yang memungkinkan manusia bisa hidup bermasyarakat dengan aturan-aturan yang mampu mereka pahami bersama.

Dengan dua fungsi utamanya itu, anugerah besar bagi umat manusia. Ia menjadi salah satu dari berjuta nikmat Tuhan yang tidak bisa kita ukur dengan harta yang kita miliki. Akan tetapi, jika kita tidak mampu menjadi petaka besar dalam kehidupan kita.

Lidah bisa mempertemukan dua hati yang sebelumnya tidak saling kenal. Lidah bisa mencairkan hati yang keras dan penuh amarah. Tetapi lidah juga bisa menusuk hati orang lain, mengobarkan permusuhan dan dendam bahkan menciptakan perang besar. Sepotong lidah bisa lebih buas dari mulut harimau, lebih tajam dari pisau silet dan lebih panas dari kobaran api.

Persahabatan yang hangat bisa berubah jadi permusuhan abadi karena lidah yang tidak terjaga. Hubungan harmonis dengan tetangga bisa berubah jadi pertengkaran sengit gara-gara lidah yang diumbar sesuka hati. Bahkan kelembutan hati seorang ibu bisa berubah jadi sumpah dan kutukan jika lidah tidak di kekang. Maka tidak heran jika Rasulullah SAW menyatakan bahwa kebanyakan dosa manusia bersumber dari lidahnya.

<< sumber: hidayah edisi 47 >>

Tulis sebuah Komentar